Saturday, April 4, 2020

Belajar Secara Kreatif Mata Kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi Kuatitatif.



AKU RINDU, kata itu yang selalu teringan di otakku, disaat polemik virus Covid-19 melanda Indonesia, sekolah dan peguruan tinggi mengadakan Work From Home (WFT) dan Disetance Learning (DL) selama sebulan lebih. Alhasil baik itu pembelajaran, tugas maupun tatap muka dengan dosen dilakukan dalam media daring (online).

Begitupun dengan mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif, pembelajaranya, tuganya semua terasa begitu berbeda. Mata kuliah ini juga mengharuskan kita untuk mecari alternatif pembelajaran lain, seperti buku, media pembelajaran berbentuk video maupun situs situs web .





Oke yang pertama, aku belajar mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif ini melalui buku Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif yang ditulis oleh Dr. Sugeng Pujileksono M,Si tahun 2016. Di dalam buku ini terdapat jenis penelitian disertai pemetaan dari aspek paradigma, pendekatan, jenis tradisi dan sifat penelitian komunikasi. Lalu adanya penjelasan perpektif metode dan teori komunikasi. Terdapat pula empat teknik dasar penelitian yang terdiri dari teknik pengempulan data kualitatif, teknik uji kehandalan data kualitatif dan teknik analisa kualitatfi ditampilkan secara struktural.

Ibu Nita, Dosen mata Kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif kami sungguh sangat pandai merekomendasikan buku yang harus bahan pegangan kami, karena buku ini sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh mahasiswa seperti kami. Ditambah dengan banyaknya contoh- contoh penelitian yang terdapat di dalam buku ini.


Cara Kreatif lainya dengan mengunjungi situs web yang berhubungan dengan mata kuliah Penelitian Komunikasi Kuatitatif, jika kita melihat di salah satu pencarian online, terdapat materi yang berasal dari google scolar, sliderplayer, maupun blog. Saya membaca salah satu situs http://isukomunikasi.blogspot.com/2013/03/bahan-kuliah-metode-penelitian.html yang berisikan link perbedaan antara kualitatif dan kuatitatif, subjek/objek penelitian kuantitatif, konsep dasar sample, dan variabel hipotesis. Terdapat pula situs dari mahasiswa ilmu komunikasi lain baik itu dalam bentuk pdf, slide, atau blog.


Terdapat pula video yang memiliki materi Penelitian Komunikasi Kuatitatif yang dibuat oleh Bapak Hidayat Huang seorang seorang pengajar metologi riset di salah satu peguruan tinggi di Jakarta. Yang berisikan Tujuan penelitian Anda akan menentukan dalam memilih metode penelitian yang akan digunakan.  Jika ingin mengumpulkan data kuantitatif Anda perlu mengukur variabel dan memverifikasi teori atau hipotesis yang ada atau melalui responden. Data sering digunakan untuk mendukung hipotesis baru. Peneliti sering jauh lebih senang dengan kemampuan penelitian kuantitatif untuk memverifikasi data karena merasa aman dengan angka dan statistik.

Terdapat pula Instrumen Kuesioner yang merupakan pilihan yang logis dan mudah sebagai cara untuk mengumpulkan informasi dari responden. walaupun sebenarnya agak sulit untuk merancang dan karena frekuensi penggunaannya dalam semua konteks di dunia modern, tingkat respons yang rendah hampir selalu akan menjadi masalah, kecuali jika memiliki cara untuk membuat orang-orang menyelesaikan mengisi kuesioner dan tangan mereka di di tempat  dan ini tentu saja membatasi sampel Anda, berapa lama kuesioner dapat dan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan). Terakhir Metode Wawancara wawancara. Wawancara memungkinkan tatap muka diskusi dengan subyek  penelitian secara langsung. Jika Anda akan menggunakan wawancara. Kita  harus memutuskan apakah akan mengambil catatan ( mengganggu ) , rekaman wawancara ( akurat tetapi memakan waktu ) bergantung pada memori Anda ( bodoh ) atau menulis dalam jawaban mereka ( dapat menyebabkan pertanyaan tertutup untuk waktu yang sake) . Jika Anda memutuskan untuk mewawancarai akan perlu untuk menyusun jadwal wawancara pertanyaan yang dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka, atau campuran ini . Pertanyaan tertutup cenderung digunakan untuk meminta dan menerima jawaban tentang fakta-fakta tetap seperti nama, nomor , dan sebagainya . Kita  mungkin meminta mereka untuk menunjukkan betapa benar bagi mereka pernyataan tertentu yang dirasakan , dan ini juga dapat memberikan respon baik tertutup , dan satu yang dapat dikuantifikasi ( 30 % dari mereka yang ditanya mengatakan mereka tidak pernah makan nasi , sementara 45 % mengatakan mereka melakukannya secara rutin minimal seminggu sekali … dan seterusnya ) .

Begitulah cara saya untuk tetap belajar secara kreatif mata kuliah metodologi penelitian komunikasi kuatitatif. Inti dari semua ini adalah ilmu itu bisa didapat dimana saja dan kapan saja, dan kita juga mendoakan semoga keadaan dunia khususnya Indonesia dapat kembali pulih seperti sedia kala.

Wednesday, October 16, 2019

Noctis (pada malam yang pekat)




Assalamualaikum
Hai semuanya bagaimana kabarnya.. sehat bukan? Kali ini yola bakal ngenalin tentang produk yola terbaru.



Terinspirasi kutipan puisi yang biasa yola buat. Yola pengen buat produk yang menginspirasi orang lain untuk mengungkapkan segalanya lewat kata-kata dan juga melestarikan puisi ciptaan anak negeri.

“Noctis” itu nama produk kaos yola, terinspirasi oleh salah satu puisi Chairil Anwar Nocturno (Fragmen) yang kebiasaan yola yang suka buat puisi pada malam hari.
Salah satu sejarah kaos oblong muncul pada abad ke-19 yang muncul saat perang antara spayol dan Amerika Serikat tahun 1898-1913. Hingga pada tahun 1920 dikenal kata “T-shirt” pada kamus Mariam – Webster.



























Salah satu inspirasi akun instgaram yang juga membuat kaos awalnya  dari akun @gondroisme yang biasa juga membuat kaos lalu muncul akun  @kaos_tulisan.

kalo ada yang berminat untuk PO atau sekdar tanya tanya boleh langsung hubungin 083178418839 ( chat only)081278992972 ( chat only) dan kepoin ig kita di @kata_noctisterima kasih!



Sunday, May 19, 2019

Film Avernger end Game



Tak hanya jalan cerita yang matang dan menghibur. Film berdurasi 181 menit ini juga akan menggugah emosi, baik tawa, tangis dan rasa haru. 

Sinopsis Film

review film avengers endgame
Pasca jentikan jari Thanos (Josh Brolin), bumi kehilangan separuh populasinya. Hal ini juga turut dirasakan oleh Hawkeye (Jeremy Renner) yang secara tiba-tiba harus kehilangan keluarganya. Di sisi lain Tony Stark (Robert Downey Jr) berusaha menguatkan diri dan memupuk harapan untuk bisa kembali menyelamatkan bumi. Para Avengers yang tersisa, Black Widow (Scarlet Johansson), Hulk (Mark Rufallo), Thor (Chris Hemsworth), War Machine (Don Cheadle) memikirkan berbagai cara memungkinkan untuk menghadapi Thanos dan merebut Infinity Stone.
review film avengers endgame
Dengan tambahan bala bantuan dari Captain Marvel (Brie Larson), para superhero ini beraksi kembali dengan harapan mampu mengalahkan Thanos. Namun sayang apa yang mereka prediksi ternyata tak sesuai dengan rencana awal.
review film avengers endgameSumber gambar IMDB
Hidup dalam rasa putus asa selama 5 tahun, sebagian orang mulai menjalani kehidupan baru, bahkan beberapa superhero memilih untuk menjalani hidup normal dan menerima kenyataan. Namun harapan baru muncul saat Scott Lang atau Ant Man (Paul Rudd) kembali ke bumi setelah terjebak di alam kuantum. Dan melalui ide 'gila' yang dimiliki Scott, para Avangers pun kembali bersemangat untuk mendapatkan Infinity Stone dan mengembalikan setengah populasi dunia yang sempat hilang.

Pertarungan penutup kisah yang mengagumkan

Tak banyak yang bisa saya ungkapkan demi menjaga alur cerita Avengers tetap aman tanpa spoiler. Namun secara keseluruhan Avengers: Endgame merupakan tontonan yang layak disaksikan, terutama bagi Anda penggemar superhero Marvel. Penampilan sederet aktor A list tentu jadi nilai plus yang turut membuat film ini terasa menghibur untuk disaksikan. Dan tentu saja penampilan terakhir Stan Lee sebagai cameo seolah menjadikan film Marvel ini sebagai kisah penutup yang manis.

Berkaitan dengan Mata Kuliah Sinematografi pada hari Selasa, 16-April-2019 kami mengadakan kegiatan Nobar (Nonton Bareng) yang rencana nya akan diadakan di OPI MALL .

   Agenda dimulai dengan berkumpul di Stasiun LRT di kawasan Palembang Icon pada jam 09.30.
Setelah semuanya berkumpul kami sama-sama membeli tiket dan menunggu kedatangan kereta yang akan mengantarkan kami ke stasiun Jakabaring pada saat itu.

  Sekitar jam 11.30 kami pun mulai naik LRT dan sampai di OPI Mall sekitar jam 12.30. sesampainya disana kami pun langsung memesan tiket .
Film pun jatuh kepada Shazam! Film dengan Kategori Superhero  yang mencampurkan genre komedi dan action didalamnya.

Film Shazam! berkisah tentang seorang anak berusia 14 tahun dan yatim piatu bernama Billy Batson yang sering berpindah-pindah panti asuhan di Philadelphia karena bermasalah sampai suatu hari ia naik kereta bawah tanah dan terbawa ke dunia yang berbeda, di mana ia bertemu dengan seorang penyihir yang membuatnya memiliki kekuatan super yang bisa merubahnya menjadi dewasa dengan kekuatan dewa ketika ia mengucapkan Shazam! Billy da Freddy mempelajari kekuatan itu dan menggunakannya untuk menghentikan kejahatan Dr. Thaddeus Sivana.
Sebagai Shazam, Billy Batson memiliki kekuatan manusia super yang cepat, kuat, bisa terbang dan berbagai kemampuan lain. Dia berhadapan dengan Thaddeus Sivana yang merupakan salah satu orang paling cerdas di muka bumi ini. Tapi dia memboroskan bakatnya untuk membuat penemuan konyol yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun. Dulunya Sivana ini juga mendapatkan panggilan dari Penyihir Shazam saat dia masih kecil, tapi dia tidak terpilih sebagai pemenang kekuatan. Hal ini membuatnya menjadi marah dan jahat sehingga menghabiskan hidupnya untuk membuka rahasia sihir melalui sains.

Dalam melakukan aksinya, Billy mendapat bantuan dari saudara angkat sekaligus sahabat terbaiknya, Freddy, yang berjalan menggunakan tongkat. Hanya Freddy yang tahu Billy adalah seorang Shazam.
Pertemuan Billy dan Freddy berawal saat Billy yang baru berusia 14 tahun diadopsi. Billy beberapa kali mendapatkan kesempatan tinggal di panti asuhan tapi dia selalu kabur dari keluarga angkatnya. Dia ingin menjaga dirinya sendiri, namun Dinas Sosial meminta Billy untuk memberikan kesempatan kepada orang tua angkat barunya, keluarga Vasquez. Billy dibawa ke rumah keluarga Vasquez yang tinggal bersama lima anak asuh lainnya. Rumah itu sangat besar dan bagus.Dia juga dikenalkan dengan Freddy yang cacat, namun ternyata baik hati dan mengajaknya bermain video game. Freddy sering membayangkan agar kekuatan super benar-benar ada yang membuat pemiliknya dapat terbang.

Saturday, May 18, 2019

MEMAHAMI ( Lagi ) GERAKAN KAMERA ( Juga ) GAMBAR


A.    TUJUAN GERAKAN KAMERA
1.      Gerakan panning
a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Mengikuti gerakan subyek / keinginan untuk menunjukan situasi
2.      Menunjukan bagian bagian di mana bagian bagian tersebut mempunyai hubungan satu sama lain
3.      Menunjukan pemandangan secara keseluruhan
4.      Menghindari subyek atau objek yanh tidak di inginkan masuk dalam gambar


b.      Tujuan artistik
1.      Menghubungkan beberapa subjek yang tempatnya terpisah
2.      Memperlihatkan hubungan bagian yang satu dengan  bagian yang lainnya
3.      Memperlihatkan sebab akibat
4.      Mengalihkan titik perlihatkan penonton
5.      Membangun ketenganngan yang mempunyai dampak pada penonton

2.      Gerakan pedestal up
A.     tujuan fungsional  / teknis
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subyek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar

B.     Tujuan artistik
1.      Melihat subjek atau objek dari atas ke bawah
2.      Mengurangi kekuatan subjek
3.      Mengurangi dominasi foreground
4.      Ccgcfd
3.      Gerakan pedestal down

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Medapatkan level shots dari subyek yang rendah letaknya
2.      Mengambil gambar subjek atau objek sekaligus dengan foregroundnya
3.      Menghindari gerakan di belakang subjek

b.      Tujuan artistik
1.      Meningkatkan pehatian penonton
2.      Menambah kekuatan subjek
4 . gerakan dolly / track in

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Memperlihatkan aktivasi talent secara lebih rinci
2.      Menghindari subjek atau objek yang tidak di perhatikan
3.      Memposisikan kembali setelah terjadi perubahan kedudukan subjek atau objek
4.      Merubah titik perhstiksn gambar
5.      Memperkuat subjek yang sedang menuju gambar

b.      Tujuan artistik
1.      Menciptakan efek sujektif
2.      Meningkatkan ketegangan
3.      Mengisi subjek yang mulai lemah dominasinya karena subjek menjahui kamera
4.      Mengalihkan perhatian penonton
5.      Memusatkan perhatian
6.      Memperlihatkan adanya informasi baru pada gambar
7.      Memperlihatkan subyek yang dinilai penting

5 . gerakan pedestal up
a.       Tujuan fungsional  / teknik
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subjek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar
3.       Memperlihatkan

Tentang Candradimuka Film Festival 2019



Kemarin (30/04) stisipol candradimuka mengadakan acara Candradimuka Film Festival 2019. Di acara itu pula saya berkesempatan menjadi penanggung jawab acara tersebut. Awal perencanaan acara ini berawal dari keinginan seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Stispol Candradimuka Palembang mengadakan suatu event yang berhubungan dengan 4 elemen komunikasi, dan disepakatilah adanya lomba film pendek dan talkshow. Kegiatan ini pula didudkung dan disuport penuh oleh STISIPOL Candradimuka dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka.

Proses menuju acara ini membutuhkan waktu 1 bulan, mulai dari pencarian sponsor, sounding acara, penyiapan acara mulai dari banner,penyiapan plakat dan sertifikat, penyiapan formulir, pembuatan undangan, dan mengurus perizinan tempat. Semua itu dilakukan oleh seluruh panitia yang berasal dari anggota HIMAKOM yang secara solid, bekerja keras, dan penuh semangat menyukseskan acara tersebut.  

Sebelum Acara Cafifes berlangsung ada pula sesi penjurian diamana 3 juri yang berasal dari perwakilan Layar Taman Rifqi Mardani, Dosen Stisipol Candradimuka Dilmai Putra S,Sn M,S.n. dan Ketua Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A. dari sesi penilain tersebut didapat 5 juara kategori Mahasiswa atau Umum dengan gendre film komedi, drama, legenda, action, dan horor. Terdapat pula 3 juara kategori pelajar dengan gendre film drama,horor, dan action.



Hari yang dinanti pun tiba, acara talkshow dimulai pukul 14:00 dengn tema “Peran Sineas Muda dalam Perkembangan Film Di sumatera Selatan” berlangsung sukses. Acara Talkshow tersebut diikuti oleh Mahasiswa baik dari STISIPOL Candradimuka Palembang itu sendiri dan mahasiswa yang berasal dari peguruan tinggi lainnya. Ada pula pelajar tingkat SMA Se-kota Palembang.

Acara Talkshow tersebut di isi oleh pemateri yang ahli di bidang sinematografi seperti erwakilan Layar Taman Rifqi Mardani, Dosen Stisipol Candradimuka Dilmai Putra S,Sn M,S.n, Dan dosen profesional Dr,Yuyung Abdi S.Si, M.Med Kom. Dipandu oleh moderator ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Palembang Ibu Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A, talksoh ini memberikan pengetahuan apa itu sinematografi dan bagaimana kaum milenial mampu memanfaatkan teknologi dan keahliannya dalam bidang film untuk memgembangkan daerah Sumatera Selatan tercinta.

Terdapat pula pameran fotografi yang meerupakan hasil jepretan teman-teman HIMAKOM khusnya dari divsi jurnalistik. Di pamera itu di perlihatkan berbagai macam hasil foto yag syarat akan makna dan nilai-nilai dalam ilmu fotografi itu sendiri


Dilanjutkan di malam harinya, pengumuman pemenang. Adapun pemenang lomba film tersebut antara lain film dengan gendre Action dimenangkan oleh Iseng iseng production dengan judul film Tekanan, pemenang film film bergendre horor dari Papulolo Production dengan judul film Paranoid, Pemenang film Drama dimenangkan oleh B&B Production dengan judul film The Last. Pemenang film Legenda dimenangkan oleh Halfas Production dengan judul film si pahit lidah , dan pemenang film bergendre Komedi dari Tak lakoni Production dengan judul Film Gak Ori.


Ada Suatu kebanggan tersendiri menjadi penanggung jawab acara CafiFes ini, mulai dari belajar bertanggung jawab, kebangaan bisa mengajarkan seluruh hal-hal dalam bidang surat meyurat dalam acara maupun adminitrasi acara, menumbuhkan semangat untuk panita lainnya, saling membantu, saling suport, dan mengetahui arti sebuah pengorbanan.

Diharapakan acara Candradimuka Film Festival ini dapat diteruskn ke tahun berikutnya dan lebih seru lagi.

Wednesday, May 15, 2019

Belajar Meng-Apresiasi Film







A.      Apresiasi Versusu Kritik Film
Apresiasi merupakan sebuah bentuk ungkapan penghargaan terhadap suatu karya film. Sementara kritik film seseorang yang mempunyai spesialisasi di bidang film itu sendiri.

B.      Mengkritisi Film
Model Analisi yang dilakukan dengan melihat, menganalisi dan mengevaluasi yang berakhir dengan sebuah penilaian atas film tersebut secara utuh.

C.      Mengapresiasi Film
Mengapresiasi film mengandung sebuah pengertian yaitu memahami, menikmati dan menghargai

D.      Tahapan Mengapresiasi Film
1.       Pemahaman
2.       Penikmatan
3.       Penghargaan

E.       Hambatan dalam Mengapresiasi Film
1.       Adanya kecendrungan untuk memilih jenis film tertentu
2.       Terlalu merespon salah satu bagian dari sebuah film dan kurang memperhatikan secara seksama bagian yang lain sehingga tidak bisa mengapresiasi film secra utuh.
3.       Adanya overstimate terhdap film sebelum mlihat film terkadang membuat penonton malah menjadi kecewa ketika yang diharapkan tidak muncul.
4.       Kondisi psikologi saat menonton seperti ketika sedang sedih atau terlampau gembira terkdang juga mempengaruhi mod penonton dan mengapresiasi film.
5.       Adanya gangguan dari penonton yang seringkali besifat teknis seperti tata suara bioskop yang kurang prima, penonton lain ribut atau proyektor tidak bisa menyajikan gambar dengan mutu yang bagus tentu saja juga akan mempengaruhi apresiasi.