AKU RINDU, kata itu yang selalu teringan di otakku, disaat polemik virus
Covid-19 melanda Indonesia, sekolah dan peguruan tinggi mengadakan Work From
Home (WFT) dan Disetance Learning (DL) selama sebulan lebih. Alhasil baik itu
pembelajaran, tugas maupun tatap muka dengan dosen dilakukan dalam media daring
(online).
Begitupun dengan mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif,
pembelajaranya, tuganya semua terasa begitu berbeda. Mata kuliah ini juga
mengharuskan kita untuk mecari alternatif pembelajaran lain, seperti buku,
media pembelajaran berbentuk video maupun situs situs web .
Oke yang pertama, aku belajar mata kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi
kuatitatif ini melalui buku Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif yang
ditulis oleh Dr. Sugeng Pujileksono M,Si tahun 2016. Di dalam buku ini terdapat
jenis penelitian disertai pemetaan dari aspek paradigma, pendekatan, jenis
tradisi dan sifat penelitian komunikasi. Lalu adanya penjelasan perpektif
metode dan teori komunikasi. Terdapat pula empat teknik dasar penelitian yang
terdiri dari teknik pengempulan data kualitatif, teknik uji kehandalan data
kualitatif dan teknik analisa kualitatfi ditampilkan secara struktural.
Ibu Nita, Dosen mata Kuliah Metodologi Penelitian Komunikasi kuatitatif
kami sungguh sangat pandai merekomendasikan buku yang harus bahan pegangan
kami, karena buku ini sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh mahasiswa
seperti kami. Ditambah dengan banyaknya contoh- contoh penelitian yang terdapat
di dalam buku ini.
Cara Kreatif lainya dengan mengunjungi situs web yang berhubungan dengan
mata kuliah Penelitian Komunikasi Kuatitatif, jika kita melihat di salah satu
pencarian online, terdapat materi yang berasal dari google scolar,
sliderplayer, maupun blog. Saya membaca salah satu situs http://isukomunikasi.blogspot.com/2013/03/bahan-kuliah-metode-penelitian.html
yang berisikan link perbedaan antara kualitatif dan kuatitatif, subjek/objek
penelitian kuantitatif, konsep dasar sample, dan variabel hipotesis. Terdapat pula
situs dari mahasiswa ilmu komunikasi lain baik itu dalam bentuk pdf, slide,
atau blog.
Terdapat pula video yang memiliki materi Penelitian Komunikasi Kuatitatif
yang dibuat oleh Bapak Hidayat Huang seorang seorang pengajar metologi riset di
salah satu peguruan tinggi di Jakarta. Yang berisikan Tujuan penelitian Anda
akan menentukan dalam memilih metode penelitian yang akan digunakan. Jika ingin mengumpulkan data kuantitatif Anda
perlu mengukur variabel dan memverifikasi teori atau hipotesis yang ada atau
melalui responden. Data sering digunakan untuk mendukung hipotesis baru.
Peneliti sering jauh lebih senang dengan kemampuan penelitian kuantitatif untuk
memverifikasi data karena merasa aman dengan angka dan statistik.
Terdapat pula Instrumen Kuesioner yang merupakan pilihan yang logis dan
mudah sebagai cara untuk mengumpulkan informasi dari responden. walaupun
sebenarnya agak sulit untuk merancang dan karena frekuensi penggunaannya dalam
semua konteks di dunia modern, tingkat respons yang rendah hampir selalu akan
menjadi masalah, kecuali jika memiliki cara untuk membuat orang-orang
menyelesaikan mengisi kuesioner dan tangan mereka di di tempat dan ini tentu saja membatasi sampel Anda,
berapa lama kuesioner dapat dan jenis-jenis pertanyaan yang diajukan). Terakhir
Metode Wawancara wawancara. Wawancara memungkinkan tatap muka diskusi dengan
subyek penelitian secara langsung. Jika
Anda akan menggunakan wawancara. Kita harus memutuskan apakah akan mengambil catatan
( mengganggu ) , rekaman wawancara ( akurat tetapi memakan waktu ) bergantung
pada memori Anda ( bodoh ) atau menulis dalam jawaban mereka ( dapat
menyebabkan pertanyaan tertutup untuk waktu yang sake) . Jika Anda memutuskan
untuk mewawancarai akan perlu untuk menyusun jadwal wawancara pertanyaan yang
dapat berupa pertanyaan tertutup atau terbuka, atau campuran ini . Pertanyaan
tertutup cenderung digunakan untuk meminta dan menerima jawaban tentang
fakta-fakta tetap seperti nama, nomor , dan sebagainya . Kita mungkin meminta mereka untuk menunjukkan
betapa benar bagi mereka pernyataan tertentu yang dirasakan , dan ini juga
dapat memberikan respon baik tertutup , dan satu yang dapat dikuantifikasi ( 30
% dari mereka yang ditanya mengatakan mereka tidak pernah makan nasi ,
sementara 45 % mengatakan mereka melakukannya secara rutin minimal seminggu
sekali … dan seterusnya ) .
Begitulah cara saya untuk tetap belajar secara kreatif mata kuliah
metodologi penelitian komunikasi kuatitatif. Inti dari semua ini adalah ilmu
itu bisa didapat dimana saja dan kapan saja, dan kita juga mendoakan semoga
keadaan dunia khususnya Indonesia dapat kembali pulih seperti sedia kala.

















