Sunday, May 19, 2019

Film Avernger end Game



Tak hanya jalan cerita yang matang dan menghibur. Film berdurasi 181 menit ini juga akan menggugah emosi, baik tawa, tangis dan rasa haru. 

Sinopsis Film

review film avengers endgame
Pasca jentikan jari Thanos (Josh Brolin), bumi kehilangan separuh populasinya. Hal ini juga turut dirasakan oleh Hawkeye (Jeremy Renner) yang secara tiba-tiba harus kehilangan keluarganya. Di sisi lain Tony Stark (Robert Downey Jr) berusaha menguatkan diri dan memupuk harapan untuk bisa kembali menyelamatkan bumi. Para Avengers yang tersisa, Black Widow (Scarlet Johansson), Hulk (Mark Rufallo), Thor (Chris Hemsworth), War Machine (Don Cheadle) memikirkan berbagai cara memungkinkan untuk menghadapi Thanos dan merebut Infinity Stone.
review film avengers endgame
Dengan tambahan bala bantuan dari Captain Marvel (Brie Larson), para superhero ini beraksi kembali dengan harapan mampu mengalahkan Thanos. Namun sayang apa yang mereka prediksi ternyata tak sesuai dengan rencana awal.
review film avengers endgameSumber gambar IMDB
Hidup dalam rasa putus asa selama 5 tahun, sebagian orang mulai menjalani kehidupan baru, bahkan beberapa superhero memilih untuk menjalani hidup normal dan menerima kenyataan. Namun harapan baru muncul saat Scott Lang atau Ant Man (Paul Rudd) kembali ke bumi setelah terjebak di alam kuantum. Dan melalui ide 'gila' yang dimiliki Scott, para Avangers pun kembali bersemangat untuk mendapatkan Infinity Stone dan mengembalikan setengah populasi dunia yang sempat hilang.

Pertarungan penutup kisah yang mengagumkan

Tak banyak yang bisa saya ungkapkan demi menjaga alur cerita Avengers tetap aman tanpa spoiler. Namun secara keseluruhan Avengers: Endgame merupakan tontonan yang layak disaksikan, terutama bagi Anda penggemar superhero Marvel. Penampilan sederet aktor A list tentu jadi nilai plus yang turut membuat film ini terasa menghibur untuk disaksikan. Dan tentu saja penampilan terakhir Stan Lee sebagai cameo seolah menjadikan film Marvel ini sebagai kisah penutup yang manis.

Berkaitan dengan Mata Kuliah Sinematografi pada hari Selasa, 16-April-2019 kami mengadakan kegiatan Nobar (Nonton Bareng) yang rencana nya akan diadakan di OPI MALL .

   Agenda dimulai dengan berkumpul di Stasiun LRT di kawasan Palembang Icon pada jam 09.30.
Setelah semuanya berkumpul kami sama-sama membeli tiket dan menunggu kedatangan kereta yang akan mengantarkan kami ke stasiun Jakabaring pada saat itu.

  Sekitar jam 11.30 kami pun mulai naik LRT dan sampai di OPI Mall sekitar jam 12.30. sesampainya disana kami pun langsung memesan tiket .
Film pun jatuh kepada Shazam! Film dengan Kategori Superhero  yang mencampurkan genre komedi dan action didalamnya.

Film Shazam! berkisah tentang seorang anak berusia 14 tahun dan yatim piatu bernama Billy Batson yang sering berpindah-pindah panti asuhan di Philadelphia karena bermasalah sampai suatu hari ia naik kereta bawah tanah dan terbawa ke dunia yang berbeda, di mana ia bertemu dengan seorang penyihir yang membuatnya memiliki kekuatan super yang bisa merubahnya menjadi dewasa dengan kekuatan dewa ketika ia mengucapkan Shazam! Billy da Freddy mempelajari kekuatan itu dan menggunakannya untuk menghentikan kejahatan Dr. Thaddeus Sivana.
Sebagai Shazam, Billy Batson memiliki kekuatan manusia super yang cepat, kuat, bisa terbang dan berbagai kemampuan lain. Dia berhadapan dengan Thaddeus Sivana yang merupakan salah satu orang paling cerdas di muka bumi ini. Tapi dia memboroskan bakatnya untuk membuat penemuan konyol yang tidak bisa dimengerti oleh siapapun. Dulunya Sivana ini juga mendapatkan panggilan dari Penyihir Shazam saat dia masih kecil, tapi dia tidak terpilih sebagai pemenang kekuatan. Hal ini membuatnya menjadi marah dan jahat sehingga menghabiskan hidupnya untuk membuka rahasia sihir melalui sains.

Dalam melakukan aksinya, Billy mendapat bantuan dari saudara angkat sekaligus sahabat terbaiknya, Freddy, yang berjalan menggunakan tongkat. Hanya Freddy yang tahu Billy adalah seorang Shazam.
Pertemuan Billy dan Freddy berawal saat Billy yang baru berusia 14 tahun diadopsi. Billy beberapa kali mendapatkan kesempatan tinggal di panti asuhan tapi dia selalu kabur dari keluarga angkatnya. Dia ingin menjaga dirinya sendiri, namun Dinas Sosial meminta Billy untuk memberikan kesempatan kepada orang tua angkat barunya, keluarga Vasquez. Billy dibawa ke rumah keluarga Vasquez yang tinggal bersama lima anak asuh lainnya. Rumah itu sangat besar dan bagus.Dia juga dikenalkan dengan Freddy yang cacat, namun ternyata baik hati dan mengajaknya bermain video game. Freddy sering membayangkan agar kekuatan super benar-benar ada yang membuat pemiliknya dapat terbang.

Saturday, May 18, 2019

MEMAHAMI ( Lagi ) GERAKAN KAMERA ( Juga ) GAMBAR


A.    TUJUAN GERAKAN KAMERA
1.      Gerakan panning
a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Mengikuti gerakan subyek / keinginan untuk menunjukan situasi
2.      Menunjukan bagian bagian di mana bagian bagian tersebut mempunyai hubungan satu sama lain
3.      Menunjukan pemandangan secara keseluruhan
4.      Menghindari subyek atau objek yanh tidak di inginkan masuk dalam gambar


b.      Tujuan artistik
1.      Menghubungkan beberapa subjek yang tempatnya terpisah
2.      Memperlihatkan hubungan bagian yang satu dengan  bagian yang lainnya
3.      Memperlihatkan sebab akibat
4.      Mengalihkan titik perlihatkan penonton
5.      Membangun ketenganngan yang mempunyai dampak pada penonton

2.      Gerakan pedestal up
A.     tujuan fungsional  / teknis
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subyek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar

B.     Tujuan artistik
1.      Melihat subjek atau objek dari atas ke bawah
2.      Mengurangi kekuatan subjek
3.      Mengurangi dominasi foreground
4.      Ccgcfd
3.      Gerakan pedestal down

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Medapatkan level shots dari subyek yang rendah letaknya
2.      Mengambil gambar subjek atau objek sekaligus dengan foregroundnya
3.      Menghindari gerakan di belakang subjek

b.      Tujuan artistik
1.      Meningkatkan pehatian penonton
2.      Menambah kekuatan subjek
4 . gerakan dolly / track in

a.       Tujuan fungsional / teknis
1.      Memperlihatkan aktivasi talent secara lebih rinci
2.      Menghindari subjek atau objek yang tidak di perhatikan
3.      Memposisikan kembali setelah terjadi perubahan kedudukan subjek atau objek
4.      Merubah titik perhstiksn gambar
5.      Memperkuat subjek yang sedang menuju gambar

b.      Tujuan artistik
1.      Menciptakan efek sujektif
2.      Meningkatkan ketegangan
3.      Mengisi subjek yang mulai lemah dominasinya karena subjek menjahui kamera
4.      Mengalihkan perhatian penonton
5.      Memusatkan perhatian
6.      Memperlihatkan adanya informasi baru pada gambar
7.      Memperlihatkan subyek yang dinilai penting

5 . gerakan pedestal up
a.       Tujuan fungsional  / teknik
1.      Melihat gerakan secara keseluruhan
2.      Menghindari subjek atau objek yang ada di foreground atau latar depan gambar
3.       Memperlihatkan

Tentang Candradimuka Film Festival 2019



Kemarin (30/04) stisipol candradimuka mengadakan acara Candradimuka Film Festival 2019. Di acara itu pula saya berkesempatan menjadi penanggung jawab acara tersebut. Awal perencanaan acara ini berawal dari keinginan seluruh anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Stispol Candradimuka Palembang mengadakan suatu event yang berhubungan dengan 4 elemen komunikasi, dan disepakatilah adanya lomba film pendek dan talkshow. Kegiatan ini pula didudkung dan disuport penuh oleh STISIPOL Candradimuka dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka.

Proses menuju acara ini membutuhkan waktu 1 bulan, mulai dari pencarian sponsor, sounding acara, penyiapan acara mulai dari banner,penyiapan plakat dan sertifikat, penyiapan formulir, pembuatan undangan, dan mengurus perizinan tempat. Semua itu dilakukan oleh seluruh panitia yang berasal dari anggota HIMAKOM yang secara solid, bekerja keras, dan penuh semangat menyukseskan acara tersebut.  

Sebelum Acara Cafifes berlangsung ada pula sesi penjurian diamana 3 juri yang berasal dari perwakilan Layar Taman Rifqi Mardani, Dosen Stisipol Candradimuka Dilmai Putra S,Sn M,S.n. dan Ketua Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A. dari sesi penilain tersebut didapat 5 juara kategori Mahasiswa atau Umum dengan gendre film komedi, drama, legenda, action, dan horor. Terdapat pula 3 juara kategori pelajar dengan gendre film drama,horor, dan action.



Hari yang dinanti pun tiba, acara talkshow dimulai pukul 14:00 dengn tema “Peran Sineas Muda dalam Perkembangan Film Di sumatera Selatan” berlangsung sukses. Acara Talkshow tersebut diikuti oleh Mahasiswa baik dari STISIPOL Candradimuka Palembang itu sendiri dan mahasiswa yang berasal dari peguruan tinggi lainnya. Ada pula pelajar tingkat SMA Se-kota Palembang.

Acara Talkshow tersebut di isi oleh pemateri yang ahli di bidang sinematografi seperti erwakilan Layar Taman Rifqi Mardani, Dosen Stisipol Candradimuka Dilmai Putra S,Sn M,S.n, Dan dosen profesional Dr,Yuyung Abdi S.Si, M.Med Kom. Dipandu oleh moderator ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Palembang Ibu Sumarni Bayu Anita S.Sos M.A, talksoh ini memberikan pengetahuan apa itu sinematografi dan bagaimana kaum milenial mampu memanfaatkan teknologi dan keahliannya dalam bidang film untuk memgembangkan daerah Sumatera Selatan tercinta.

Terdapat pula pameran fotografi yang meerupakan hasil jepretan teman-teman HIMAKOM khusnya dari divsi jurnalistik. Di pamera itu di perlihatkan berbagai macam hasil foto yag syarat akan makna dan nilai-nilai dalam ilmu fotografi itu sendiri


Dilanjutkan di malam harinya, pengumuman pemenang. Adapun pemenang lomba film tersebut antara lain film dengan gendre Action dimenangkan oleh Iseng iseng production dengan judul film Tekanan, pemenang film film bergendre horor dari Papulolo Production dengan judul film Paranoid, Pemenang film Drama dimenangkan oleh B&B Production dengan judul film The Last. Pemenang film Legenda dimenangkan oleh Halfas Production dengan judul film si pahit lidah , dan pemenang film bergendre Komedi dari Tak lakoni Production dengan judul Film Gak Ori.


Ada Suatu kebanggan tersendiri menjadi penanggung jawab acara CafiFes ini, mulai dari belajar bertanggung jawab, kebangaan bisa mengajarkan seluruh hal-hal dalam bidang surat meyurat dalam acara maupun adminitrasi acara, menumbuhkan semangat untuk panita lainnya, saling membantu, saling suport, dan mengetahui arti sebuah pengorbanan.

Diharapakan acara Candradimuka Film Festival ini dapat diteruskn ke tahun berikutnya dan lebih seru lagi.

Wednesday, May 15, 2019

Belajar Meng-Apresiasi Film







A.      Apresiasi Versusu Kritik Film
Apresiasi merupakan sebuah bentuk ungkapan penghargaan terhadap suatu karya film. Sementara kritik film seseorang yang mempunyai spesialisasi di bidang film itu sendiri.

B.      Mengkritisi Film
Model Analisi yang dilakukan dengan melihat, menganalisi dan mengevaluasi yang berakhir dengan sebuah penilaian atas film tersebut secara utuh.

C.      Mengapresiasi Film
Mengapresiasi film mengandung sebuah pengertian yaitu memahami, menikmati dan menghargai

D.      Tahapan Mengapresiasi Film
1.       Pemahaman
2.       Penikmatan
3.       Penghargaan

E.       Hambatan dalam Mengapresiasi Film
1.       Adanya kecendrungan untuk memilih jenis film tertentu
2.       Terlalu merespon salah satu bagian dari sebuah film dan kurang memperhatikan secara seksama bagian yang lain sehingga tidak bisa mengapresiasi film secra utuh.
3.       Adanya overstimate terhdap film sebelum mlihat film terkadang membuat penonton malah menjadi kecewa ketika yang diharapkan tidak muncul.
4.       Kondisi psikologi saat menonton seperti ketika sedang sedih atau terlampau gembira terkdang juga mempengaruhi mod penonton dan mengapresiasi film.
5.       Adanya gangguan dari penonton yang seringkali besifat teknis seperti tata suara bioskop yang kurang prima, penonton lain ribut atau proyektor tidak bisa menyajikan gambar dengan mutu yang bagus tentu saja juga akan mempengaruhi apresiasi.

Konvensi Dalam Film



A.      Pengertian Konvensi
Konvensi lebih merupakan kesepakatan terhadap prinsip-prinsip dasar mengenai sesuatu hal.

B.      Macam-macam Konvensi
1.       Continuity Film
Sebuah pengambaran secara literal atau harafiah hidup dalam keadaan yang dapat dipercaya dengan tatanan kronologis yang runtut.

2.       Dynamic Film (Non Continuity Film)
Konvensi ini ditandai oleh sifatnya yang dokumenter dan mengandung fantasi.

3.       Frame
Pemilihan gambar dan suara yang dilakukan oleh pembuat film untuk membingkainya secara baik dan menyambung-nymabungkannya dalam sebuah kesatuan utuh.

4.       Visual Thiking
Segala aspek kehidupan yang hendak dituangkan dalam film sebatas yang mempu terekam dalam kehidupan frame untuk kemudian di tata sesuai dengan keinginan pembuat film.

5.       Mise-en-Scene
Suasana dimana karakter hidup


Manipulsi Waktu Dalam Film



A.      Screen Time
Melalui peristiwa yang dinampakkan di layar misalnya hari, bulan, tahun, dll

B.      Subjective Time
Manipulasi waktu yang subyektif ini melalui emosi atu perasaan yang ditunjukkan melalui karakter.

C.      Compressed Time
Manipulasi waktu dengan waktu yang dipampatkan biasanya melalui pembuatan sekwen, scane atau shot dengan setting waktu yang berbeda.

D.      Long Take
Shot Tunggal Yang menunjukkan periode waktu tertentu yang kelihatan natural karena hampir sesuai kenyataanya.

E.       Simultaneous Time
Peristiwa yang terjadi di tempat yang berbeda tapi bersamaan dngan pararel editing atau editing.

F.       Slow-Motion
Pengunaan efek memperlambat agenda untuk menunjukkan bahwa adegan dilakukan dengan cepat, atau bis juga untuk menekankan efek framatik agenda tersebut.

G.     Fast-Motion
Penggunaan efek mempercepat agenda untuk memperlambat agenda atau membuat kesan lucu.

H.      Reseverse Motion
Pengunaan agenda diulang untuk mrnggunakan action tidak jadi dilakukan seperti orang terjun ke kolam ditarik sehingga tidak tejadi.

I.        Replay
Pengulangan beberapa agenda yang dianggap penting untuk menunjukkan bahwa si karakter sedang mengingat apa yang pernah terjadi.

J.        Freeze-Frame
Penggunaan still atau tidak ada gerakan sama sekali  untuk menunjukkan  waktu yang telah berlalu dan kemudian berganti dengan adegan atau proses selanjutnya.

K.      Flasback
Sebuah break di antara runtutan untuk menunjukkan apa yang pernh terjadi di masa lalu dengan apa yang terjadi sekarang.




Tuesday, May 14, 2019

STRUKTUR BERCERITA DALAM FILM


A. POLA NARATIF


1. STRUKTUR NARATIF

          Yaitu film yang menggunakn struktur bercerita yang menyampaikan sebuah kisah atau pesan tertentu dimana biasanaya cara berceritanya menggunakan urutan kronologis peristiwa .


2. PROSES PENULISAN POLA NARATIF


                1. Basic Story Idea, membuat ide dasar atau gagasan cerita.

                2. Narrative Synopsis Outline, membuat ringkasan cerita yang biasanya ditulis dalam         bentuk  paragraf dengan panjan sekitar 1-2 halaman .

                3. Scene Outline/Scene Breakdown, sering juga disebut dengan treatmant karena sudah   membagi sinopsis atau bringkasan cerita dalam beberapa sekwen atau pembababakan yang berisikan ringkasan isi sekwen, isi pokok adegan, situasi dan suasana, toko, seting, property, dan shot penting disetiap sekwen .

                4. First Draft, Naskah pertama yang dibuat oleh penulis naskah sebelum menerima masukan dari tim kreatif lain seperti sutrdara, produser, maupun tim .


3. TEKNIK NARATIF

                1. Exposition

                2. Preperation

                3. Foreshadowing

                4. Plant

          

4. POINT OF VIEW (pov)

                1. The First person

                2. Omniscient

                3. Scenic/ objective

                4. Dencentral intelegence




5. POLA NON NARATIF


                Beberapa bentuk film non naratif

                1. Film kategoris

                2. Film Reloris

                3. Film abstrak

                4. Film Asosiatif



KONVENSI DALAM TATA SUARA



A. TATA SUARA


            Tata suara atau sound atau penggunaan unsur audio atau sura dalam sebuah film mempunyai fungsi sebagai pemberi kesan hidup pada unsur visual film tersebut .


B. UNSUR TATA SUARA


            1. Dialog, biasanya mengambil porsi paling besar dalam sebuah film dan biasanya tidak seperti dalam kehidupan sehari-hari yang banyak diwarnai basa-basi dan pembicaraan yang tidak berujung pangkal .


            2. Narasi,  adalah vice over atau suara yang muncul diluar apa yang nampak layar. Kehadiran suara tanpa wujud ini diterima dan dipercaya oleh audince karena suara itu mempunyai otoritas dalam memberikan penjelasan secara verbal terhadap rangkaina gambar yang tertata dalam film .


            3. Thought voice, narasi yang menyiarakan apa yang terjadi dalam benak/ fikiran dimana dalam layar seorang aktor tidak bebicara lewat bibir tapi audince mendengar suaranya yang menceritakan apa yang sedang dipikirkanya semacam menolog panggung yang dipindahkan kedalam film .


            4. Musik, upaya menggambungkan aksi dramatik dan musik dalam film juga merupakan suatu konvensi .


            5.Sound efect,  Sama halnya dengan unsur suara lainya, sound efect mempunyai kontribusi yang besar dalam mendukung ilusi realitas sebuah film .


            6. Atmosphere, merupakan unsur suara yang menciptakan kesan suara terhadap suasana sebenarnya .