
seketika.
ragaku terlalu hangat untuk suasana yang beku
mentari meyapa
mengajak berlarian bersama
mengantarkan pada senja indah
yang telah aku rindukan sedari dulu
menikmati lagi
diatas jalan mempercepat waktu
menyaksikan yang lain bersenandung atau melamun
sementara
kan ku amati tiap cela dunia
percayalah
aku meyukai dirimu wahai waktu
namun kau yang tak tau malu
menyaksikan aku bersama sendu
menyakiti dengan keaadan
kau tak mengerti wahai waktu
aku selalu bersamamu
namun tidak dengan dirimmu