Monday, November 27, 2017

Festival Rumah Baba Boentjit “ The New Wonderful of Palembang”

Nama                            : Yola Dwi Rosdiana
NPM                             : 01.17.059
Mata Kuliah                  : Ilmu Psikologi
Dosen                            : Sumarni  Bayu Anita, S.Sos., M.A




Festival Rumah Baba boentjit diselenggarakan pada hari minggu, 26 November 2017 di Lorong Saudagar Yucing No.55 RT.050 Kel. 3-4 Ulu Kecamatan Sebrang Ulu 1. Cara mengakses lokasi Festival Rumah Baba boentjit dengan menaiki ketek dalam bhasa Palembang yang berarti perahu kayu selama kurang lebih 10 menit. Kesan Pertama pada saat saya menginjakkan kaki di Rumah baba Boentjit adalah keaslian dari rumah itu sendiri. Dari pertama melihat rumah tersebut kita telah disugguhkan betapa lama rumah tersebut namun masih terjaga sampai sekarang. Apalagi ditambah dengan lokasinya tepat menghadap sungai musi menambah keindahan dari rumah itu sendiri.Konon rumah tersebut adalah umah paling mewah pada saat zamannya, ini terbukti Di dalam Rumah Baba Boentjit sanngat kental dengan etnit cina dan ukiran khas Palembangnya. Semua ornamen dan peralatan rumah yang ada disana masih sangat dijaga. Dimana masih ada dupa untuk persembayangan orang Tionghoa.
Sebelah Rumah baba Boentjit terdapat rumah dari anak dari abah Boentjit itu sendiri yang digunakan untk pameran foto seperti kebudayaan cina dan sejarah dari rumah Baba Boentjit itu sendiri. Disana terlihat ciri khas dari  rumah keturunan saudagar cina yang data dilihat dari ruang ruang yang disatukan oleh sebuah lorong dan cat rumah yang futuristik namun elegan.

Di depan tepatnya di sebelah kiri Rumah Baba Boentjit terdapat stand kuliner yang menyediakan berbagai macam makanan khas Palembang seperti pempek, otak-otak, es kacang, kempang tunu, kumbu, pempek panggang, laksan,mie celor dan lain-lain.

Disana juga terdapat aktraksi ibu-ibu menganyam  nipah karena disana memang merupakan salah satu sentral nipah

Saya sedikit mewawancarai pengunjung disana seperti Ibu Selvi berumur 20 tahun  yang mengikutsertakan anak seta ibunya untuk mengunjungi Festival Rumah Baba Boentjit tersebut. Ibu Silvi mengatakan "saya kesini dalam rangka mengenal lebih jauh wisata yang ada di Palembang dan apa itu Rumah Baba Boentjit. Saya sangat menyukai makanan makan yang ada di festival tersebut apalagi makanan yang belum pernah saya dicoba olehnya seperti ragit.Kalo Rumah Baba Boentjit merupakan rumah arsitektur mewah dengan ornamen ornamen cina dan ukirn khas Palembangnya"  Saya juga sangat setuju jika Rumah Baba Boentjit sangat pantas dijadikan tempat pariwisata baru yang ada di palemang dan diharapkan agar rumah tersebut tetap dilestarikan hingga nanti, agar anak cucu kita masih bisa melihat masih ada tempat khas penggambungan cina dan palembang di daerah Sumatera selatan yang kita cintai ini"


Dari pengamatan saya, pengunjung sangat antusias untuk mengikuti serangkaian acara yang dibuat oleh Dinas Pariwisata khususnya GENPI Palembag. Mualai dari Photo Hunting, mencari misteri dari rumah Baba Boentjid, lomba blog, atau sekedar berphoto selfie ria dan mencicipi makanan yang ada di festival tersebut.
Pada umumnya pengunjung tersebut merupakan mahasiswa, penyiar radio, Vlogger,komunitas, siswa dari SMA hingga Sekolah dasar dan masyarakat palembang pada umumnya. Mereka juga antusias memposting foto-foto mereka baik selfie maupun  melalui jebpretan kamera.


       Dalam festival tersebut juga diadakan tari kreasi peranakan percampuran antara budaya melayu dan dan budaya tionghoa dan penampilan drama legenda “Hantu Banyu” yang diperankan oleh mahasiswa STISPOL CANDRADIMUKA. 



Adapula demo cara memasak berbagai jenis pindang mulai dari Pindang Patin, Pindang telur gabus dan Pindang Tulang Iga sapi yang dimasak oleh Chef Kukuh dari asosiasi Chef Palembang.
Dari acara ini kita semua khususnya warga palembang dan sekitarnya dapat lebih peka akan pariwisata di daerah sendiri dan mari kita jaga dan kembangkan pariwisata yang ada di Sumatera selatan untuk menjadi destinasi budaya baik lokal maupun internasional.



Friday, November 17, 2017

Analisis Film “A Beautiful Mind” Berdasarkan Perspektif Psikologi.


Nama                            : Yola Dwi Rosdiana
NPM                             : 01.17.059
Mata Kuliah                  : Ilmu Psikologi
Dosen                            : Sumarni  Bayu Anita, S.Sos., M.A
Analisis Film “A Beautiful Mind” Berdasarkan Perspektif Psikologi.


Pertama saya mendapatkan film “A Beautiful Mind” ini dari pertolongan teman saya. Lalu saya diajak ke Palcomtech di Jalan Jendral Sudirman. Teman saya mengatakan bahwa walau kita bukan menjadi pelajar di palcomtech tapi kita masih dapat memakai kuota internet di palcomtech (saya dan teman saya adalah alumni dari palcomtech yang belajar di Palcomtech selama 1 tahun). Saya mendowload film tersebut selama 1 setengah jam dan saya menontonya selama 2 hari.

A Beautiful Mind ialah sebuah buku dan film yang memenangkan Academy Award (dibintangi Russell Crowe Ed HarrisJennifer ConnellyChristopher Plummer, dan Paul Bettany). Ini mengenai matematikawan Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel John Nash dan pengalamannya menderita skizofreniaBiografi ini ditulis oleh Sylvia Nasar. Diterbitkan pada 1998. Film ini, diilhami nama yang sama, diluncurkan pada 2001.


x
            Dari filmy ini saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran apalagi Dari sisi tokoh utama yaitu Russell Crowe sebagai John Nash Jr. Tokoh John Nash dalam film ini adalah seorang Mahasiswa pasca sarjana jurusan matematika di Universitas Princeton yang memiliki sifat jenius, namun menyebalkan dan sangat anti sosial. Jont juga memiliki sifat ketelitian dan berani membantah pernyataan orang lain tidak hanya dengan omongan tetapi juga bedasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. John berani membantah teori darwin Adam Smith yang berlaku selama 150 tahun pada masa itu.  John juga mempunyai sifat tidak ragu dalam bertindak karena dia yakin dan tahu benar apa yang dia lakukan memalui kemampuannya dalam matematika,  ia dapat memecahkan kode-kode rahasia negara yang ingin menghancurkan Amerika.
            Namun dibalik kepintaran John dalam hal matematika, John mempunyai paranoid Schizofrenia yaitu dignosis psikiatris yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsiatau ungkatan realitas. Paranoid yang dialami oleh John akibat perkenalan dengan teman khayalnya Charles dan keponakannya Marchee. Ditambah lagi saat bertemu dengan agen misterius dari Departemen Pertahanan bernama William Parcher. Jonh juga mendapatkan peristiwa yang menyebabkan dirinya harus dirawat di Rumah Sakit jiwa dan mulai dari situ John diketahui berhalusinasi meyakini dirinya sebagai bekerja di Departemen Pertahanan sebagai pemecah kode Uni Sovied yang faktanya situasi (gejala) tersebut merupakan sebuah ilusi sebagian produk dari pikiran John.
Akibat dari Paranoid Schizofrenia yang dialami John, dari sisi kehidupanya sangat membuatnya kacau. John bertingkah aneh, penyendiri, dan dalam keehidupan keluarganya bersama dengan istrinya Alicia, tidak harmonis. Akibat pengaruh obat-obatan yang diminum oleh John, mempengaruhi penurunan intektualitas hingga mengalami disfungsi seksual yang membuat Alicia sangat kecewa. Bahkan John pernah menenggelamkan bayinya sendiri di bathup.
            Dalam sisi pekerjaan John sebagai Dosen di kampus Pricenton dianggab aneh bahkan gila oleh sebagian mahasiswanya.



            Namun seiring berjalannya waktu John mampu mengendalikan Paranoidnya sendiri dan cenderung berkurang intensitas kambuhnya. Ia pun dapat kembali beraktivitas dan bekerja di departemen Matematika Pricenton atas bantuan sahabat karib sekaligus rivalnya.Bahkan John menjadi seorang profesor matematika dan mendapatkan nobel tahun 1994.
seseorang dapat dikatakan mengalami atau menederita skizofernia paranoid apabila memenuhi sintom-sintom sebagai berikut:
1.     Adanya delusi atau waham, yakni keyakinan palsu yang dipertahankan
–          Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya. Waham ini menjadikan penderita paranoid selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.
Dalam film ini, Nash selalu merasa diikuti oleh agen rahasia. Agen ini selalu mengikuti Nash kemanapun ia pergi termasuk ke tempat ia mengajar.
–          Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting.
Nash menganggap dirinya adalah pemecah kode rahasia terbaik dan mata – mata/agen rahasia.
–          Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.
Waham pengaruh ini terlihat pada saat adegan Nash mengiris pergelangan tangannya yang menurutnya di dalam tangannya tersebut terdapat kode rahasia.
2.     Adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan.
Dalam film ini, Nash mengatakan bahwa ia mempunyai teman sekamar yang bernama Charles Herman serta keponakannya yang bernama Marcee, serta ia juga merasa selalu diikuti oleh agen rahasia yang bernama William Parcher.
3.     Gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.
Dalam film ini, bisa dilihat bagaimana gaya berjalannya Nash. Pada saat berjalan Nash agak membungkuk dan juga bisa terlihat pada saat Nash berkenalan dengan teman-temannya.
4.     Adanya gangguan emosi
Gangguan emosi ini terlihat pada saat Nash menggendong anaknya yang masih bayi. Nash tidak merespon pada saat anaknya menangis.
5.     Penarikan sosial (social withdrawl), pada umumnya tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.