Assalamualaikum
Boleh ya
cerita sedikit tentang salah mata kuliah di semester 4 ini hehehe. Semester 4
ya, alhamdulillah masih diberi kelancaran untuk terus menempuh perkuliahan
dengan semangat.
Awalnya
baca mata kuliah ini sempet bingung “Semiotika?” asing, baru denger, mata
kuliah apa tuh? Tebak-tebak buah manggis pasti ini tentang film.
Dan bener
ini tentang film. Awal perkuliahan kami diuguhkan dengan dengan menonton
beberapa film. Sepertinya menarik.
Oke sekilas
ya tentang sinematografi
"Sinematografi
adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus
menggabung - gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang
memiliki kemampuan menyampaikan ide dan cerita."
Sinematografi (cinemathography) merupakan ilmu
yang mempelajari seputar dunia perfilman.
Pengertian secara harafiah film Cinemathography berasal
dari kata Cinematho atau phytos yang berarti cahaya dan graphie atau grahp yang
berarti tulisan atau gambar.
Film merupakan produk sinematografi. Pengertian
film sendiri yaitu lapisan - lapisan cairan selulosa atau biasa dikenal
seluloid oleh para sineas.
Orang yang bertanggung jawab semua aspek visual
dari pembuatan film disebut sebagai sinematografer.
Sinematografer juga merupakan kepala bagian
departemen kamera, departemen pencahayaan dan Grip Departement. Sinematografer
sering disebut juga sebagai Director of Photography atau disingkat DoP.
Film sebagai Produk Sinematografi
Film adalah gambar-hidup, juga
sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut sinema. Sinema itu
sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya
merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas
sebagai seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah
Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie =
grahp (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak
dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus
menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.
PELAKU SINEMATOGRAFI
Berikut beberapa penjelasan
tentang profesi sinematografi yang ada pada proses pembuatan film :
Produser
Adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kelahiran sebuah film. Seorang
sosok produser adalah sosok sentral yang menjalankan sebuah produksi film.
Tidak dengan uang tapi dengan visi. Sebab dengan modal visilah dia bisa
memutuskan apakah cerita itu bisa dikembangkan menjadi film layer lebar,
kemampuan yang harus dimiliki yaitu : mengelola keuangan, mencari dana,
berbicara dengan calon investor, menyatukan sejumlah orang untuk terjadinya
sejumlah film. Para produser adalah orang yang bekerja lebih awal hingga paling
akhir dari produksi film. Artinya seorang produser harus memiliki kemampuan
yang sangat kompleks dari semua bagian yang ada di bawahnya untuk menjadikan
dia mampu mengelola sebuah film.
Manajer Produksi
Kerja manajer produksi bak coordinator harian yang mengatur kerja dan
memaksimalkan potensi yang ada di seluruh departemen yang ada. Dalam produksi
sebuah film. Ialah yang bertanggung jawab dalam operasi produksi mulai tahap
pra produksi sampai produksi usai. Tiap hari ia membuat ceklist mendaftar apa
yang sudah dan yang belum dikerjakan, sambil mengantisipasi masalah yang
mungkin timbul dan menyiapkan alternative pemecahannya.
Sutradara
Profesi inipun kerap kali menjadi cita-cita banyak orang. Ketajaman visi sangat
diperlukan supaya dapat menghidupkan cerita untuk bisa dinikmati di layar
lebar. Dia yang harus mengontrol aspek dramatis dan artistik selama proses
produksi berlangsung. Ia juga harus mengarahkan seluruh kru dan artis untuk
bisa mewujudkan film. Sutradara adalah story teller lewat medium film jauh
lebih penting dari pada kepahaman tentang film sendiri. Kemampuan memimpin,
komunikasi, visi, sikap, dan pemahaman soal hidup sangat juga diperlukan.
Asisten sutradara I
Ditahap pra produksi, diperlukan seorang untuk membantu sutradara untuk
menterjemahkan hasil direktor treatment kedalam script breakdown dan shooting
schedule. Orang ini diberi predikat asissten sutradara I, orang inilah yang
mendiskusikan segala keperluan shooting dan manajer produksi.
Penulis skenario
Penilis skenario harus bisa mengatakan sesuatu dengan jelas. Memahami maksud
dari cerita. Memahami maksud cerita (berperan sama seperti arsirek untuk
membangun cerita ), menulis skenario adalah pekerjaan kolaboratif yang
dilakukan si penulis dengan orang yang punya visi yang sama, dalam hal ini
sutradara dan produser.
Produser pelaksana
Menjadi produser pelaksana diperlukan kemampuan manajerial, kemampuan mengelola
anggaran. Kepemimpin, dan komunikasi. Tugasnya adalah memotivasi dan visi buat
terjadinya film, bekerja selama proses produksi berlangsung. Tugas utamanya
adalah memaksimalkan hasil produksi dalam bentuk film.
Penata kamera/ fotografi ( DOP )
Menguasai cerita, paham alat, tahu bagaimana menceritakan sesuatu, bisa
menentukan penggambaran cerita itu. Menguasai teknik pencahayaan. Menguasai
kemampuan manajerial maupun membuat jaringan komunikasi serta mempunyai
hubungan yang baik dengan sutradara.
Kameramen
Adalah seorang yang menoprasikan kamera. Seorang kamera person wajib mengetahui
seluk beluk kamera sehingga dapat menuangkan visual sesuai yang diinginkan
sutradara.
Desain produksi
Diperlukan sebagai asissten sutradara menentukan suasana dan warana yang tampil
dalam film. Desain produksi menterjemahkan keinginan kreatif sutradara dan
merancangnya. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang luas, kreatif dan teknis
agar seseorang desian produksi mampu menuangkan keinginan sutradara menjadi
rancangan yang mudah dimengerti tiap kepala departement.
Penata kostum dan penata rias
Bisa ditekuni oleh pria atau wanita. Berhubungan dengan kamera, jadi harus
mendiskusikan kesemuanya dengan penata gambar. Memahami karakter dari tokoh.
Bertugas membantu sutradara menghidupkan karakter, bukan hanya mendadani
pemain. Bekerja secara tim, punya sistem kerja, kemempuankomunikasi, bekerja
keras dan tidak mudah panik.
Lighting
Sesorang yang bertugas menjadi lighting mempunyai peranan yang cukup besar,
karena kualitas gambar dari sebuah shot akan semakin baik jika cahaya yang
digunakan tertata dengan baik.
Penyunting gambar/ editor
Syarat menjadi editor adalah kesabaran. Mempunyai kemampuan bercerita, musik,
rapi dan rajin mencatat. Ini jauh lebih penting dari pada kemampuan menggunakan
komputer. Mampu berkomunikasi dengan sutradara. Keputusan pada ruang editing
didasarkan pada kebutuhan cerita dan pertimbangan kebutuhan penonton.
Penata suara dan penata musik
Di Indonesia unsur audio belum menjadi prioritas. Padahal film bukan hanya
membutuhkan gambar, itulah mengapa namanya film se3bagai media audio visual.
Profesi inin adalah pekerjaan seni namun membutuhkan kemampuan engineering.
Profesi ini sesuai dengan orang yang gemar pada teknologi. Dalam mengerjakan
film sesuai dengan script. Dalam memasukkan atau menghilangkan noise bisa
menggunakan musik library, bisa juga dengan browsing, dengan syarat
mencantumkan pada credit title.
Talent
Mereka adalah figure yang ada kebutuhan dengan skenario dan syuting. Kebituhan
mereka pada penyelenggara festival adalha mereka bisa melihat kualitas performa
mereka saat di layar serta mampu untuk membandingkan kualitas mereka dengan
film lainnya. Selain itu juga sebagai sarana belajar mereka untuk mengenal
beragam karakter di film. Serta berkesempatan untuk bertemu dengan para pekerja
film lainnya untuk mengembangkan jaringan.
Publisis
Publikasi membutuhkan strategi komunikasi, sementara promosi lebih pada
kegiatan pasang iklan di media sebanyak-banyaknya. Publikasi memungkinkan calon
penonton untuk terinformasi soal film yang akan dia tonton. Dalam arti dia akan
tahu lebih dari sekedar judul film itu apa. Dengan stratergi publikasi yang
baik bisa juga menjadi penyelamat film yang mungkin jelek.
Penyelenggara festival
Festival lahir karena penonton membutuhkan forum diskusi, apresiasi, tawaran
sudut pandang yang bebeda dan juga tontonan alternatif. Sebetulnya tawaran
inilah yang membuat festival menjadi penting. Menguasai strategi menguasai
penontonnya. Banyak festival tak lain adalah untuk tempat berinteraksi dan
belajar. Banyaknya ajang ini juga sebagai tempat untuk memperluas jaringan akan
pelaku film lainnya.
Beberapa macam pelaku dalam film bukan berarti hanya beberapa itu saja yang
ada. Melainkan bisa sangat beragam dan banyak. Itu tergantung dari tingkat
kebutuhan serta kesulitan pembuatan film tersebut.