Friday, November 17, 2017

Analisis Film “A Beautiful Mind” Berdasarkan Perspektif Psikologi.


Nama                            : Yola Dwi Rosdiana
NPM                             : 01.17.059
Mata Kuliah                  : Ilmu Psikologi
Dosen                            : Sumarni  Bayu Anita, S.Sos., M.A
Analisis Film “A Beautiful Mind” Berdasarkan Perspektif Psikologi.


Pertama saya mendapatkan film “A Beautiful Mind” ini dari pertolongan teman saya. Lalu saya diajak ke Palcomtech di Jalan Jendral Sudirman. Teman saya mengatakan bahwa walau kita bukan menjadi pelajar di palcomtech tapi kita masih dapat memakai kuota internet di palcomtech (saya dan teman saya adalah alumni dari palcomtech yang belajar di Palcomtech selama 1 tahun). Saya mendowload film tersebut selama 1 setengah jam dan saya menontonya selama 2 hari.

A Beautiful Mind ialah sebuah buku dan film yang memenangkan Academy Award (dibintangi Russell Crowe Ed HarrisJennifer ConnellyChristopher Plummer, dan Paul Bettany). Ini mengenai matematikawan Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel John Nash dan pengalamannya menderita skizofreniaBiografi ini ditulis oleh Sylvia Nasar. Diterbitkan pada 1998. Film ini, diilhami nama yang sama, diluncurkan pada 2001.


x
            Dari filmy ini saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran apalagi Dari sisi tokoh utama yaitu Russell Crowe sebagai John Nash Jr. Tokoh John Nash dalam film ini adalah seorang Mahasiswa pasca sarjana jurusan matematika di Universitas Princeton yang memiliki sifat jenius, namun menyebalkan dan sangat anti sosial. Jont juga memiliki sifat ketelitian dan berani membantah pernyataan orang lain tidak hanya dengan omongan tetapi juga bedasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. John berani membantah teori darwin Adam Smith yang berlaku selama 150 tahun pada masa itu.  John juga mempunyai sifat tidak ragu dalam bertindak karena dia yakin dan tahu benar apa yang dia lakukan memalui kemampuannya dalam matematika,  ia dapat memecahkan kode-kode rahasia negara yang ingin menghancurkan Amerika.
            Namun dibalik kepintaran John dalam hal matematika, John mempunyai paranoid Schizofrenia yaitu dignosis psikiatris yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsiatau ungkatan realitas. Paranoid yang dialami oleh John akibat perkenalan dengan teman khayalnya Charles dan keponakannya Marchee. Ditambah lagi saat bertemu dengan agen misterius dari Departemen Pertahanan bernama William Parcher. Jonh juga mendapatkan peristiwa yang menyebabkan dirinya harus dirawat di Rumah Sakit jiwa dan mulai dari situ John diketahui berhalusinasi meyakini dirinya sebagai bekerja di Departemen Pertahanan sebagai pemecah kode Uni Sovied yang faktanya situasi (gejala) tersebut merupakan sebuah ilusi sebagian produk dari pikiran John.
Akibat dari Paranoid Schizofrenia yang dialami John, dari sisi kehidupanya sangat membuatnya kacau. John bertingkah aneh, penyendiri, dan dalam keehidupan keluarganya bersama dengan istrinya Alicia, tidak harmonis. Akibat pengaruh obat-obatan yang diminum oleh John, mempengaruhi penurunan intektualitas hingga mengalami disfungsi seksual yang membuat Alicia sangat kecewa. Bahkan John pernah menenggelamkan bayinya sendiri di bathup.
            Dalam sisi pekerjaan John sebagai Dosen di kampus Pricenton dianggab aneh bahkan gila oleh sebagian mahasiswanya.



            Namun seiring berjalannya waktu John mampu mengendalikan Paranoidnya sendiri dan cenderung berkurang intensitas kambuhnya. Ia pun dapat kembali beraktivitas dan bekerja di departemen Matematika Pricenton atas bantuan sahabat karib sekaligus rivalnya.Bahkan John menjadi seorang profesor matematika dan mendapatkan nobel tahun 1994.
seseorang dapat dikatakan mengalami atau menederita skizofernia paranoid apabila memenuhi sintom-sintom sebagai berikut:
1.     Adanya delusi atau waham, yakni keyakinan palsu yang dipertahankan
–          Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya. Waham ini menjadikan penderita paranoid selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.
Dalam film ini, Nash selalu merasa diikuti oleh agen rahasia. Agen ini selalu mengikuti Nash kemanapun ia pergi termasuk ke tempat ia mengajar.
–          Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting.
Nash menganggap dirinya adalah pemecah kode rahasia terbaik dan mata – mata/agen rahasia.
–          Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.
Waham pengaruh ini terlihat pada saat adegan Nash mengiris pergelangan tangannya yang menurutnya di dalam tangannya tersebut terdapat kode rahasia.
2.     Adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan.
Dalam film ini, Nash mengatakan bahwa ia mempunyai teman sekamar yang bernama Charles Herman serta keponakannya yang bernama Marcee, serta ia juga merasa selalu diikuti oleh agen rahasia yang bernama William Parcher.
3.     Gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.
Dalam film ini, bisa dilihat bagaimana gaya berjalannya Nash. Pada saat berjalan Nash agak membungkuk dan juga bisa terlihat pada saat Nash berkenalan dengan teman-temannya.
4.     Adanya gangguan emosi
Gangguan emosi ini terlihat pada saat Nash menggendong anaknya yang masih bayi. Nash tidak merespon pada saat anaknya menangis.
5.     Penarikan sosial (social withdrawl), pada umumnya tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.




No comments:

Post a Comment