NPM : 01.17.059
Mata Kuliah : Ilmu Psikologi
Dosen : Sumarni Bayu Anita, S.Sos., M.A
Analisis Film “A Beautiful Mind”
Berdasarkan Perspektif Psikologi.
Pertama saya
mendapatkan film “A Beautiful Mind” ini dari pertolongan teman saya. Lalu saya
diajak ke Palcomtech di Jalan Jendral Sudirman. Teman saya mengatakan bahwa
walau kita bukan menjadi pelajar di palcomtech tapi kita masih dapat memakai
kuota internet di palcomtech (saya dan teman saya adalah alumni dari palcomtech
yang belajar di Palcomtech selama 1 tahun). Saya mendowload film tersebut
selama 1 setengah jam dan saya menontonya selama 2 hari.
A Beautiful Mind ialah sebuah buku dan film yang memenangkan Academy Award (dibintangi Russell Crowe , Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, dan Paul Bettany). Ini mengenai matematikawan Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel John Nash dan pengalamannya menderita skizofrenia. Biografi ini ditulis oleh Sylvia Nasar. Diterbitkan pada 1998. Film ini, diilhami nama yang sama, diluncurkan pada 2001.
x
Dari filmy ini saya mendapatkan
banyak sekali pembelajaran apalagi Dari sisi tokoh utama yaitu Russell Crowe sebagai
John Nash Jr. Tokoh John Nash dalam film ini adalah seorang Mahasiswa pasca
sarjana jurusan matematika di Universitas Princeton yang memiliki sifat jenius,
namun menyebalkan dan sangat anti sosial. Jont juga memiliki sifat ketelitian
dan berani membantah pernyataan orang lain tidak hanya dengan omongan tetapi
juga bedasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. John
berani membantah teori darwin Adam Smith yang berlaku selama 150 tahun pada
masa itu. John juga mempunyai sifat
tidak ragu dalam bertindak karena dia yakin dan tahu benar apa yang dia lakukan
memalui kemampuannya dalam matematika,
ia dapat memecahkan kode-kode rahasia negara yang ingin menghancurkan
Amerika.
Namun
dibalik kepintaran John dalam hal matematika, John mempunyai paranoid
Schizofrenia yaitu dignosis psikiatris yang menggambarkan gangguan mental yang
ditandai oleh kelainan dalam persepsiatau ungkatan realitas. Paranoid yang
dialami oleh John akibat perkenalan dengan teman khayalnya Charles dan
keponakannya Marchee. Ditambah lagi saat bertemu dengan agen misterius dari
Departemen Pertahanan bernama William Parcher. Jonh juga mendapatkan peristiwa
yang menyebabkan dirinya harus dirawat di Rumah Sakit jiwa dan mulai dari situ
John diketahui berhalusinasi meyakini dirinya sebagai bekerja di Departemen
Pertahanan sebagai pemecah kode Uni Sovied yang faktanya situasi (gejala)
tersebut merupakan sebuah ilusi sebagian produk dari pikiran John.
Akibat dari Paranoid
Schizofrenia yang dialami John, dari sisi kehidupanya sangat membuatnya kacau.
John bertingkah aneh, penyendiri, dan dalam keehidupan keluarganya bersama
dengan istrinya Alicia, tidak harmonis. Akibat pengaruh obat-obatan yang
diminum oleh John, mempengaruhi penurunan intektualitas hingga mengalami
disfungsi seksual yang membuat Alicia sangat kecewa. Bahkan John pernah
menenggelamkan bayinya sendiri di bathup.
Dalam
sisi pekerjaan John sebagai Dosen di kampus Pricenton dianggab aneh bahkan gila
oleh sebagian mahasiswanya.
Namun seiring berjalannya waktu John
mampu mengendalikan Paranoidnya sendiri dan cenderung berkurang intensitas
kambuhnya. Ia pun dapat kembali beraktivitas dan bekerja di departemen
Matematika Pricenton atas bantuan sahabat karib sekaligus rivalnya.Bahkan John
menjadi seorang profesor matematika dan mendapatkan nobel tahun 1994.
seseorang dapat dikatakan mengalami atau menederita
skizofernia paranoid apabila memenuhi sintom-sintom sebagai berikut:
1. Adanya delusi atau waham, yakni
keyakinan palsu yang dipertahankan
–
Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang
atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya.
Waham ini menjadikan penderita paranoid selalu curiga akan segala hal dan
berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.
Dalam film ini, Nash selalu merasa
diikuti oleh agen rahasia. Agen ini selalu mengikuti Nash kemanapun ia pergi
termasuk ke tempat ia mengajar.
–
Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu
keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi
orang penting.
Nash menganggap dirinya adalah
pemecah kode rahasia terbaik dan mata – mata/agen rahasia.
–
Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah
keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan
tindakannya.
Waham pengaruh ini terlihat pada
saat adegan Nash mengiris pergelangan tangannya yang menurutnya di dalam
tangannya tersebut terdapat kode rahasia.
2. Adanya halusinasi, yaitu persepsi
palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut
hanyalah khayalan.
Dalam film ini, Nash mengatakan
bahwa ia mempunyai teman sekamar yang bernama Charles Herman serta keponakannya
yang bernama Marcee, serta ia juga merasa selalu diikuti oleh agen rahasia yang
bernama William Parcher.
3. Gejala motorik dapat dilihat dari
ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan
yg aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.
Dalam film ini, bisa dilihat
bagaimana gaya berjalannya Nash. Pada saat berjalan Nash agak membungkuk dan
juga bisa terlihat pada saat Nash berkenalan dengan teman-temannya.
4. Adanya gangguan emosi
Gangguan emosi ini terlihat pada
saat Nash menggendong anaknya yang masih bayi. Nash tidak merespon pada saat
anaknya menangis.
5. Penarikan sosial (social withdrawl),
pada umumnya tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai
dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.


No comments:
Post a Comment