Sebagai film yang diambil berdasarkan novel, cerita dibuat
hampir sama dengan versi tulisannya. Tentu saja, bagi mereka yang sudah membaca
versi novel sudah bisa menebak apa yang terjadi di akhir cerita. Namun bagi
yang ingin menonton versi layar lebar dari novel yang sudah mendapatkan cetak
ulang ke-34 ini, kisah cinta yang menarik dari Dilan dan Milea memberikan
perasaan hangat dan mengungkit kenangan masa lalu.
Tema yang diangkat pun menarik untuk diceritakan. Cerita
SMA. Ah, siapa yang bisa lupa dengan kisah cinta di SMA? Masa-masa pdkt,
jadian, hingga akhirnya harus putus di tengah jalan karena berbeda pandangan.
Bahkan mungkin jika tidak berakhir bahagia, siapa yang bisa lupa dengan
perasaan mengagumi tanpa memiliki yang sering didengungkan oleh remaja-remaja
labil saat ini.
Cerita masa SMA memang menjadi magnet tersendiri bagi
penontonnya. Sebut saja Ada Apa dengan Cinta atau Catatan Akhir Sekolah,
semuanya mengeksplorasi perasaan hangat yang ditinggalkan ketika beranjak
dewasa. Semua orang bisa dengan mudah masuk ke dalam cerita dan berandai-andai
mengalami kisah cinta yang sama dengan Dilan dan Milea.
Jangan buru-buru
keluar dan menagis setelah menonton film ini. Berbeda dengan film pertamanya,
film Dilan 1991memiliki post credit scene yang
mengungkapkan sekilas tentang Dilan, menimbulkan perasaan geregetan setelah
melihat akhir film. Hati-hati baper tingkat dewa hadir
setelah menonton film ini. Dan jangan lupa, disarankan tidak nonton sendirian
jika tak ingin tertawa dan sendu di bioskop melihat yang lain berpasangan.

No comments:
Post a Comment