Tuesday, March 26, 2019

Review Film Dilan : Cerita SMA ala Dilan 1991



Sebagai film yang diambil berdasarkan novel, cerita dibuat hampir sama dengan versi tulisannya. Tentu saja, bagi mereka yang sudah membaca versi novel sudah bisa menebak apa yang terjadi di akhir cerita. Namun bagi yang ingin menonton versi layar lebar dari novel yang sudah mendapatkan cetak ulang ke-34 ini, kisah cinta yang menarik dari Dilan dan Milea memberikan perasaan hangat dan mengungkit kenangan masa lalu.

Tema yang diangkat pun menarik untuk diceritakan. Cerita SMA. Ah, siapa yang bisa lupa dengan kisah cinta di SMA? Masa-masa pdkt, jadian, hingga akhirnya harus putus di tengah jalan karena berbeda pandangan. Bahkan mungkin jika tidak berakhir bahagia, siapa yang bisa lupa dengan perasaan mengagumi tanpa memiliki yang sering didengungkan oleh remaja-remaja labil saat ini.

Cerita masa SMA memang menjadi magnet tersendiri bagi penontonnya. Sebut saja Ada Apa dengan Cinta atau Catatan Akhir Sekolah, semuanya mengeksplorasi perasaan hangat yang ditinggalkan ketika beranjak dewasa. Semua orang bisa dengan mudah masuk ke dalam cerita dan berandai-andai mengalami kisah cinta yang sama dengan Dilan dan Milea.

Jangan buru-buru keluar dan menagis setelah menonton film ini. Berbeda dengan film pertamanya, film Dilan 1991memiliki post credit scene yang mengungkapkan sekilas tentang Dilan, menimbulkan perasaan geregetan setelah melihat akhir film. Hati-hati baper tingkat dewa hadir setelah menonton film ini. Dan jangan lupa, disarankan tidak nonton sendirian jika tak ingin tertawa dan sendu di bioskop melihat yang lain berpasangan.

No comments:

Post a Comment